Membuat dan Merumuskan Hipotesis

Berikut ini merupakan contoh studi kasus dengan pengujian hipotesisnya. Studi kasus disini menggunakan data atau jumlah sampel sama banyak.

  1. WASSING adalah perusahaan yang bergerak dibidang elektronik, yang mempunyai 5 cabang penjualan mesin cuci di Jakarta. Perusahaan ingin mengetahui berapa banyak mesin cuci yang terjual di ke 5 cabang tersebut selama 10 bulan. Pengamatan yang dilakukan untuk menmgetahui apakah rata-rata penjualan dari ke 5 cabang tersebut sama atau tidak. Hasil pengamatan yang telah dilakukan perusahaan seperti berikut.

Tabel Data Pengamatan Jumlah Sampel Sama Banyak

Bulan Ke Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 Cabang 4 Cabang 5
1 55 68 76 73 65
2 53 59 63 89 56
3 58 61 78 82 87
4 56 87 81 65 76
5 76 71 77 80 68
6 69 87 74 77 92
7 64 76 85 76 54
8 57 66 51 86 73
9 65 89 91 96 88
10 52 90 58 97 85
Total 880 878 882 888 877

Diketahui taraf nyatanya 5% dan hitunglah rata-rata penjualan mesin cuci dari ke 5 cabang tersebut.

  1. Pengujian Hipotesis

Nilai k sebagai populasi. Dari masing-masing populasi diambil contoh berukuran n. Nilai k sebagai populasi itu bebas dan menyebar normal dengan nilai tengah dan ragam sama. Pengujian hipotesis dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut.

H:  Rata-rata hasil penjualan mesin cuci dari setiap cabang adalah sama.

H1 : Sekurang-kurangnya satu rata-rata hasil penjualan mesin cuci yang tidak sama.

2. Nilai Kritis

Taraf nyata (α) disini menggunakan derajat pembilang (V1) dan derajat penyebut (V2).

Taraf nyata (α) = 0,05

V1 : k – 1 = 5 – 1 = 4

V2 : k (n – 1) = 5 (10 – 1) = 45

Nilai dari v2 sebesar 45 tidak terdapat pada tabel, maka untuk mencari nilai F tabel digunakan rumus interpolasi berikut ini.

F Tabel

3. Kriteria Pengujian

Kriteria pengujian disini untuk menguji nilai Fo apakah lebih kecil atau sama dengan nilai Fo(v1 ; v2) maka Ho diterima, dan menguji jika nilai Folebih besar dari nilai Fo(v1 ; v2) maka Ho ditolak.

Ho diterima jika Fo < 2,59

Ho ditolak jika Fo > 2,59

4. Analisis Pengujian

Analisis pengujian disini yaitu membuat analisis varians dalam bentuk tabel anova. Rumus yang digunakan untuk ukuran sampel yang sama banyak.

JKT digunakan untuk mencari jumlah kuadrat total. Berikut perhitungannya.

=     552 + 532 + 582 + 562 + 762 + 692 + 642 + 572 + 652 + 522 + 682 + 592 + 612 + 872  + 712 + 872 + 762 + 662 + 892 + 902 + 762 + 632 + 782 + 812 + 772 + 742 + 852 + 512 + 912 + 582 + 732 + 892 + 822 + 652 + 802 + 772 + 762+ 862 + 962 + 972 + 652 + 562 + 872 + 762 + 682 + 922 + 542 + 732 + 882 + 852 – 36582 50

Langkah selanjutnya jika nilai JKT sudah diketahui adalah mencari nilai JKK. Berikut merupakan rumus JKK yang digunakan untuk mencari jumlah kuadrat kolom.

Langkah selanjutnya jika nilai JKK sudah diketahui adalah mencari nilai JKE. Berikut merupakan rumus JKE yang digunakan untuk mencari jumlah kuadrat error.

Tabel Anova

Sumber Varians Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Rata-rata Kuadrat Fo
Rata-rata kolom 2467,68 4 616,92 4,77
Error 5815,04 45 129,22
Total 8282,72 49

5. Kesimpulan

Disimpulkan jika Ho diterima atau ditolak yaitu dengan membandingkan antara nilai F hitung yang ada pada tabel anova dengan kriteria pengujiannya.

Fo = 4,77 > F0,05(4;45) = 2,59 maka berdasarkan hasil perhitungan di atas Ho ditolak. Jadi rata-rata hasil produk terjual dari ke 5 cabang tidak sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s