Pengertian Lingkungan Hidup Dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Bentuk-Bentuk dan Contoh Kerusakan Lingkungan

Berbicara masalah lingkungan, saat ini kita akan lebih cenderung akan membahas tentang kerusakan lingkungan yang sedang marak terjadi. Baik di negara kita sendiri maupun di wilayah manca negara, ada beribu-ribu kasus contoh kerusakan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran, seharusnya kita melindungi lingkungan yang kita tinggali. Namun sebaliknya, di zaman modern ini, sebagian besar manusia tidak terlalu peduli dengan kerusakan-kerusakan lingkungan yang tengah terjadi.

Biarpun tidak ikut andil dalam melakukan kerusakan lingkungan, seharusnya kita berkewajiban untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak dan harus mencegah kerusakan lingkungan kembali terjadi. Berbagai macam masalah lingkungan yang terjadi sampai sekarang ini pada dasarnya disebabkan oleh sebagian besar ulah manusia.

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam (gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, erosi, dan abrasi) hanya sekian persen saja, sedangkan jumlah prosentase yang lebih besar menunjuk pada ulah manusia yang serakah dalam mengeksploitasi alam tanpa harus meregenerasikannya lagi. Kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan hidupnya akan menyebabkan siklus permasalahan lingkungan yang cukup rumit. Masalah lingkungan yang disebabkan oleh manusia diwujudkan dalam berbagai contoh kerusakan lingkungan  yang tengah terjadi.

Berbagai macam kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah manusia yang tanpa sadar mereka telah merugikan dirinya sendiri dan terlebih lagi untuk lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa contoh kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia.

Pertama, masalah sampah yang tiap hari kian menumpuk. Walaupun sudah beribu-ribu kali digalakan instruksi untuk membuang sampah pada tempatnya, hingga saat ini masih saja banyak masalah yang ditimbulkan karena banyaknya sampah. Akibat tidak adanya penanganan sampah yang benar, tumpukan-tumpukan sampah tersebut akan mengakibatkan adanya pencemaran lingkungan seperti bau busuk sampah yang mengganggu warga sekitar, terjangkitnya penyakit, tersumbatnya saluran air dan selokan oleh sampah yang nantinya akan berakibat banjir, dan merusak keindahan lingkungan dan kenyamanan pemukiman.

Contoh kerusakan lingkungan berikutnya adalah eksploitasi flora dan fauna yang berlebihan. Saat ini banyak kasus penebangan liar dan perburuan illegal yang akan berdampak pada punahnya flora dan fauna. Hal ini akan mengakibatkan kelangkaan fauna dan flora terutama flora dan fauna yang dilindungi. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah generasi muda kita tidak akan mengenal beberapa jenis flora dan fauna yang sudah punah akibat ulah manusia.

Dan contoh kerusakan alam yang terakhir yang disebabkan oleh ulah manusia adalah pencemaran. Pencemaran juga bisa disebut sebagai polusi. Pencemaran atau polusi biasanya terjadi karena semakin padatnya penduduk namun tidak didukung oleh bagusnya kualitas lingkungan serta tidak didukung oleh adanya aturan pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak dan smart. Dengan kata lain, pencemaran bisa diminimalisasi dengan cara pemanfaatan SDA yang berwawasan lingkungan.

Pencemaran lingkungan terbagi menjadi beberapa macam: pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. Pencemaran-pencemaran tersebut akan membuahkan dampak negative pada kita. Dampak/ akibat adanya pencemaran antara lain: adanya tanah kritis, penyimpangan iklim, hujan asam, dan menipisnya lapisan ozon pada atmosphere bumi.

Karena begitu banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan alam, maka dari itu kita sebagai generasi muda wajib mencegah dan menjaga lingkungan hidup kita demi kita sendiri dan generasi-generasi setelah kita. Cara menjaga lingkungan yang baik yaitu dengan cara menggunakan/memanfaatkan SDA dengan smart dan bijak tanpa harus mengeksploitasinya secara berlebihan.

Dan untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan, sebaiknya kita regenerasi kembali unsur-unsur alam yang mampu merecovery kerusakan alam yang sudah terjadi sebelumnya. Mulai dari sekarang mari kita manfaatkan lingkungan secara baik dan benar serta tetap berwawasan lingkungan.

Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.

  1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Letusan Gunung Api
  2. GempBumi
  3. Banjir
  4. Tanah anah Longsor
  5. Badai/AnginTopan
  6. KemarauPanjang

 

  1. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia

Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan.

  1. Degradasi Lahan

Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.

 

USAHA-USAHA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
  3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
  4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.

Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
  2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
  3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
  4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
  5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.

Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:

  1. menghemat penggunaan kertas dan pensil,
  2. membuang sampah pada tempatnya,
  3. memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
  4. menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta
  5. menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.

http://sahdathidayat.blogspot.com/2014/05/bentuk-bentuk-dan-contoh-kerusakan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s